Titip-absen adalah olahraga nasional di kantor yang absensinya cuma tanda tangan. Saat membangun absensi Dexova, tujuannya bukan mengawasi karyawan seperti tahanan, tapi membuat data kehadiran cukup dapat dipercaya untuk menghitung gaji tanpa perdebatan. Itu keseimbangan yang halus.
Validasi di titik masuk, bukan pembersihan belakangan
Check-in dilakukan lewat PWA: aplikasi membaca lokasi, mencari kantor terdekat, dan menolak absen di luar radius (geofence). Ditambah selfie wajib pada saat check-in — bukan foto profil, tapi bukti kehadiran real-time.
Prinsipnya sederhana: membersihkan data absensi kotor di akhir bulan jauh lebih mahal daripada menolak data yang meragukan sejak detik pertama.
WFH nyata butuh model dua alamat
Geofence naif langsung patah begitu ada WFH atau kunjungan kerja: karyawan sah berada di luar kantor. Solusinya adalah model dua alamat — kantor penempatan tetap dan lokasi kerja sementara — dengan alur persetujuan.
Karyawan yang berada di luar kantor bisa memilih: absen sebagai kunjungan kerja (sementara, periode tertentu) atau mengajukan penempatan tetap yang butuh approval HR. Kebijakan hidup di data, bukan di-hardcode per perusahaan.
Koreksi selalu lewat persetujuan
Jam masuk yang salah pasti terjadi — sinyal jelek, lupa, aplikasi nge-lag. Yang tidak boleh terjadi: karyawan atau admin mengedit langsung angka absensi di database.
Setiap koreksi kehadiran adalah pengajuan yang melewati approval, meninggalkan jejak siapa mengubah apa dan kenapa. Ini yang membuat rekap bulanan bisa dikunci dengan percaya diri sebelum masuk ke payroll.
Ringkasan
Absensi yang bisa dipercaya bukan soal teknologi paling canggih, tapi soal menolak data buruk di sumbernya, mengakomodasi cara kerja nyata (WFH), dan memastikan setiap perubahan meninggalkan jejak. Data kehadiran yang bersih adalah fondasi payroll yang tidak diperdebatkan.